Posted on: 24 September 2019 Posted by: panekan Comments: 0

PanekanKec.Web. Penyerahan tokoh wayang Semar Bodronoyo menandai dimulainya pagelaran ringgit purwo yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Turi (Minggu 22/9/2019). Dengan lakon Tundung Kolo yang oleh Kepala Desa Turi Sunyoto, Bsc dimaknai sebagai usaha kita untuk menyingkirkan / menghindari dari perbuatan yang mengarah pada salah / dosa. Baik salah / dosa kepada Alloh SWT maupun kepada sesama manusia. Ucapan terima kasih juga disampaikan atas bantuan segenap warga Turi yang telah membantu menjalankan amanah 2 (dua) periode menjadi kepala desa. Disampaikan juga permintaan maaf karena mengingat apa yang telah dilakukan mungkin ada yang kurang berkenan di hati masyarakat. Sunyoto juga menyampaikan bahwa dalam hal Pilkades tanggal 27 Nopember 2019 terdapat 2 (dua) calon yang mana calon-calon tersebut adalah putra – putra terbaik Desa Turi dalam ajang pilkades. Kades Turi juga menyampaikan bahwa acara bersih desa tahun 2019 ini adalah yang terakhir sepanjang menjabat menjadi kepala desa yang akan berakhir masa jabatannya pada 17 Desember 2019 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Panekan Djuri, S.Sos bersyukur bahwa selama kepemimpinan  Sdr. Sunyoto, Desa Turi tidak mengalami kendala atau permasalahan dalam hal pengelolaan keuangan desa, pemerintahan dan kemasyarakatan. Bahkan dalam hal pembangunan justru terdapat yang signifikan yaitu dengan terbangunnya balai pertemuan dan gedung kantor desa yang megah. Mengomentari sambutan kepala desa Turi yang diartikan sebagai pamitan kepada seluruh warga masyarakat, Camat Panekan mengutarakan bahwa Sdr. Sunyoto adalah figure orang tua yang selalu menjadi tempat diskusi dan ditunggu petuah dan arahannya manakala terdapat kendala atau permasalahan yang ada di wilayah Kecamatan Panekan. Saat masa bakti kepala desa berakhir nanti (17/12/2019) Camat Panekan meminta agar Pemerintah Desa Turi mengadakan acara Pisah Kenal dengan kepala desa yang baru. Hal ini dikandung maksud agar tidak muncul kesan bahwa kepala desa yang sudah purna tugas ditinggal prung tanpa ada perhatian sama sekali (habis manis sepah dibuang). Menutup sambutan dan pengarahannya, camat mengingatkan bahwa pertama, pilkades serentak dimana Desa Turi menggunakan system e-voting diharapkan menjadi Destinasi Wisata Pilkades. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa kabupaten lain akan berkunjung dan melihat secara langsung pelaksanaan evoting yang ada di Desa Turi. Dan hal ini bisa membawa dampak pada ekonomi masyarakat yang bisa bergerak (berjualan di sekitar TPS) juga dampak politik dimana TPS akan menjadi lebih tenang dan damai.Kedua, sesuai arahan dari Bapak Bupati Magetan agar setiap desa / kelurahan di Magetan harus memiliki sumber daya yang menonjol yang dapat dijadikan ICON wilayah tersebut. Contohnya Jenang Candi, Panggang Gandu, Jeruk Pamelo Tamanan, Lempeng Bangunsari, Pohon Bendo, Pohon Tanjung. Hal ini apabila dikelola dengan system klaster ada memberikan manfaat ekonomi tersendiri bagi warga masyarakat. Sedangkan untuk Wilayah Kecamatan Panekan diharapkan seluruh elemen masyarakat agar mencari sumber daya yang bisa dijadikan lambang atau ICON bagi desanya masing – masing.Mad_04

 

Leave a Comment